Cerita Sex Perawan Kunikmati Keperawanan Pacarku

Cerita Sex ini terjadi ketika aku masih pertama masuk kuliah, jurusan Teknik Mesin. Bagi yang pernah membaca ceritaku di situs ini yang berjudul "Kenangan Sebelum Pergi", cerita sex ini saat itu aku belum berkenalan dengan Winnie dan aku masih berpacaran dengan seorang gadis yang bernama Elli. Kami mulai berpacaran ketika masih di kelas 3 SMA. Elli sebaya denganku, walaupun dia lebih tua dua setengah bulan. Elli menurutku mempunyai sifat agresif. Dahulu ketika kami belum berpacaran, Elli-lah yang mendekatiku, walaupun aku akhirnya yang berbicara lebih dahulu.

Menurutku Elli cantik. Tubuhnya kecil, tidak lebih tinggi dari bahuku. Ukuran dadanya..? Memang tidak terlalu besar, yaitu 32B. Jika dibandingkan dengan tubuhnya yang kecil, ukuran dadanya cukup besar. Pertama aku melihatnya, dia nampak seperti bidadari. Kecil mungil, anggun, dan gerak geriknya menarik. Tetapi setelah aku berpacaran dengannya, kuketahui Elli bukanlah tipe gadis yang setia. Selama berpacaran aku tidak pernah melakukan persetubuhan dengannya. Namun setelah aku mengetahui Elli tidak setia, aku berubah pikiran, dan merencanakan suatu niat pembalasan kepadanya.
Hari itu, hari terakhir sebelum aku diputuskan oleh Elli, aku mengajaknya ke rumahku. Saat itu di rumahku hanya ada dua orang pembantuku. Orangtuaku sedang pergi ke luar kota karena ada urusan keluarga, dan kakakku sedang pergi ke rumah temannya. Di rumahku, aku menyuruh pembantuku membuatkan minuman untuknya. Kami berdua berbincang-bincang beberapa saat dan kemudian aku mengajaknya ke balkon lantai dua. Disana aku bertanya kepadanya, apakah dia benar-benar menyukaiku. Elli nampaknya grogi ketika mendengar pertanyaanku, dan aku terus mendesaknya. Tentu saja akhirnya dia menjawab "ya".

Aku merangkul dan mencium keningnya. Elli diam saja, sehingga membuatku semakin penasaran. Lalu kupeluk pinggangnya dan kucium telinga serta lehernya, sehingga aku mulai merasa Elli terhanyut oleh permainanku. Setelah itu aku melakukan sedikit permainan padanya, dan nampaknya Elli benar-benar terbawa nafsu, aku bertanya kepadanya.
"El, badan lo bagus deh. Gue lihat ya?" kataku sambil berusaha melepaskan kancing bajunya.
Ternyata Elli melakukan perlawanan, sehingga aku memegang kedua tangannya dengan tangan kiriku, serta terus membuka bajunya secara paksa. Elli kemudian berhenti melawan. Seluruh kancing bajunya akhirnya berhasil kubuka, namun bajunya tidak kutanggalkan. Dia nampak seksi.

Langkah pertama, aku mencium rambutnya sambil mengenggam tangannya, sementara tanganku yang lain memeluk pinggangnya. Aku senang karena ternyata Elli memberikan respon. Tentu saja aku tidak memperkosanya. Aku membimbingnya ke dalam, dan membawanya ke dalam kamarku. Kemudian aku membuka baju dan celanaku, sehingga aku tinggal memakai celana dalamku. Kupeluk dia dan kucium bibirnya. Kumainkan lidahku di dalam mulutnya, dan Elli membalas permainanku. Hebat juga, ternyata dia sangat pandai berciuman dengan lidah. Elli membuka celana dan bajunya, sehingga dia hanya memakai pakaian dalamnya saja. Mataku tidak lepas memandang belahan payudaranya yang terlihat jelas.

"El, buka dong..!" kataku meminta.
Elli menurut saja. Dia membuka celana dalamnya terlebih dahulu, sehingga aku dapat melihat vaginanya yang dihiasi bulu hitam keriting yang cukup rimbun. Kemudian dia membuka bra-nya, sehingga kedua payudaranya yang membulat kencang dengan puting susunya yang kemerahan terbuka polos, tegak menantang untuk dilumat. Dia tersenyum dan mendekatiku. Aku kemudian menjilati telinga dan tengkuknya. Elli kegelian dan tertawa kecil.

Melihat kedua payudaranya yang indah dan montok itu, hatiku tidak sabar dan ingin segera merasakan kenikmatan kedua benda tersebut. Kusapukan perlahan jariku pada permukaan payudara kanannya yang halus dan lembut. Kuraba puting dan lingkaran areola-nya dengan perlahan, sehingga Elli memejamkan matanya menikmati sensansi di puncak payudaranya. Kucubit perlahan putingnya dan kutarik, sehingga Elli mengeluarkan desahan tertahan. Lalu kukulum payudaranya dan kuhisap dengan kuat seolah-olah aku menyusu padanya dan ingin menyedot seluruh isi payudaranya. Aku menyedot, mengulum, dan menggigit payudaranya bergantian, sehingga aku merasakan kepuasan dari payudara tersebut. Dengan melepaskan perasaan gemas yang telah lama tertahan, tanganku cepat meraih payudaranya dan kuremas dengan kuat, Elli mengaduh kesakitan. Tanganku terasa meremas daging lembut kenyal berisi jaringan kelenjar yang membuat birahiku terbakar.

"Aduh, Zal..! Pelan-pelan dong..!" katanya sambil mendesis kesakitan.
Aku melepaskan tanganku dan jariku masuk ke liang vaginanya. Kugesek-gesekkan jariku disana sehingga Elli mengerang. Aku lalu menunduk dan menjilati vaginanya, sehingga Elli mendesah dan tidak mampu berdiri. Dia menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur. Aku terus menjilati bibir vaginanya, klitorisnya, bahkan jariku kugunakan untuk membuka lubang sanggamanya dan kujilati dinding vaginanya dengan cepat.

Elli menggeliat-geliat liar sambil memegangi kepalaku.
"Ahhh

0 komentar:

Poskan Komentar

Cerita Sex Hot

Back to TOP